ahmad yenkx

ahmad yenkx

Minggu, 25 Desember 2011

penentuan jenis, bangsa dan tipe ternak (sapi)


PENDAHULUAN

Latar Belakang
. Pengenalan jenis,bangsa,dan tipe ternak sangat diperlukan.Karena sebelum melakukan usaha seorang peternak harus menentukan jenis,bangsa,dan tipe ternak yang akan ditentukan.Agar peternak mengetahui mana jenis ternak potong dan ternak perah. Peternakan sapi merupakan salah satu sumber daya penghasil bahan makanan berupa daging atau susu yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sebagai sumber protein hewani serta menghasilkan hasil ikutan seperti pupuk kadang, kulit, tulang dan sebagainya. Dengan perkembangan usaha peternakan sapi yang terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga mempengaruhi peternak sapi dalam memilih jenis sapi sebagai usaha ternak sapi potong atau sapi perah
Jenis-jenis sapi yang ada diIndonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi keturunan. Dari jenis-jenis sapi tersebut, masing-masing mempunyai sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu ) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan ) Sapi asli Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali jenis sapi ini penyebarannya cocok dengan kondisi iklim tropis Indonesia yang banyak tumbuh bahan pakan seperti rumput dan kacang-kacangan.
Sapi unggulan adalah jenis sapi yang memiliki genetik yang baik dan bisa dikembangkan sebagai hewan ternak yang sesuai dengan kondisi lingkungan sehingga menghasilkan produksi yang berkualitas dan berlimpah serta memiliki prospek yang dapat diandalkan. Sebagai contoh indikator sapi potong unggulan adalah pertambahan bobot tubuh cepat sedangkan untuk sapi perah unggulan adalah produksi susu banyak dan berkualitas.jenis sapi yang telah dikembangkan sebagai sapi unggulan saat ini adalah sapi Bali, sapi Ongole, sapi Hereford, sapi Limousin, sapi Friesian Holstein dan sebagainya.
Dalam praktikum kali ini kita dapat membedakan jenis-jenis hewan ternak seprti Sapi, yang mana sapi dibagi atau dikelompokkan menjadi beberapa jenis seprti jenis sapi Bali, sapi FH (Friesian Hollan), sapi peranakan FH yang hasil persilangannya dari Simental dan FH,sapi peranakan FH dengan persilangan antara Hisar dan FH, Sapi Hissar, sapi Brangus dan sapi Simental.
            Selain membedakan jenis-jenis sapi kita bisa  mengetahu tipe-tipe ternak serta ciri khas bangsa ternak tersebut, sapi juga dapat dibedakan sesuai dengan tipenya, contohnya, sapi tipe pedaging atau biasa disebut sapi potong; yang mana tipe pedaging ini khusus dipelihara untuk memproduksi daging (potong), dengan ciri khas bemtuk badan berbentuk segi empat dengan perototan daging yang padat, dan pada umumnya pertumbuhannya cepat. Tipe yang selanjutnya adalah tipe perah (penghasil susu), tpie perah ini khusus dipelihara untuk diambil susunya contohnya pada sapi FH, adapun ciri khas sapi perah pada umumnya badannya berbentuk segitiga baji, puting yang besar, memiliki warna pada umumnya  hitam putih, produksi susunya tinggi, ramping dan agak kurus.
Tipe-tipe ternak yang akan di pelihara untuk tujuan masing-masing, misalnya yang menghasilkan daging akan dipilih ternak sapi tipe pedaging, untuk menghasilkan susu dipilih tipe sapi perah, untuk dua hasil maka peternak harus memilih tipe dwiguna. Pemilihan bangsa sapi yang akan dipelihara perlu diperhatikan dengan mempertimbangkan lokasi, tujuan peternakan, serta sifat-sifat mandiri setiap bangsa sapi.

TINJAUAN PUSTAKA

Sapi Bali merupakan sapi keturunan Bos Sondaikus (Bos Banteng) yang berhasil dijinakan dan mengalami perkembangan pesat di pulau Bali juga tergolong sapi yang cukup subur sehinga sebagai pilihan ternak sapi bibit cukup potensia. Ciri-ciri sapi Bali pada usia pedet memliki bulu coklat muda/gelap, edangkan yang betina dewasa berbulu merah/putih dan tandknya agak kedalam dari kepala. Sedangkan sapi jantan mempunyai warna bulu hitam dan tanduknya agak dibagian luar kepala. Berat badan rata-rata mencapai 350 kg  (Bambang, 2001).

Sapi hissar berasal dari punjab india dan pertama kali didatangkan ke indonesia oleh pemerintah hindia belanda pada tahun 1909 sebanyak 50 ekor betina dan seekor pejantan yang ditempatkan pada taman pembibitan ternak dipecorotan karang anyar. Sebagian besar sapi tersebut menderita piroplamosis dan akhirnya mati, sehingga pemerintah menghentikan pemasukan sapi hissar kejawa yang kemudian dialihkan kepulau sumatra dan pulau sumbawa (Astuti, 1994).

Menurut Bambang (1990) bahwa Sapi Simental berasal dari Negara Swiss, nama simental diambil dari nama lembah di Switzerland yaitu lembah Simme. Sapi ini mempunyai produksi susu yang baik selain produksi daging. Sehingga serimg disebut dual purpose. Sapi ini diIndonesia sudah digunakan sebagai pejantan yang dipelihara diBIB. Ciri dari sapi Simental bulu berwarna merah muda atau krem dengan wajah berwarna putih. Kadang-kadang terdapat bintik-bintik putih atau garis putih pada bahunya. Sapi ini berukuran besar dan mempunyai sifat perdagingan yang baik.   


Sapi FH (Friesen Holland), namun ada juga yang menyebutkan degan nama Frisian Holstein. Seperti namanya , maka orang akan mudah menerka bahwa bangsa jenis sapi ini berasal dari Holland atau Negeri Belanda. Untuk mengetahui dengan jelas jenis sapi FH ini. Maka Adapun ciri-cirinya dibawah ini yaitu:
Ø  Warnanya hitam dan putih di seluruh tubuhnya.
Ø  Pada kaki bagian bawah dan dan ekornya bewarna putih
Ø  Tanduknya pendek menghadap ke muka
Ø  Kebanyakan pada dahinya terdapat belang warna putih tang berbentuk segitiga
Ø  Mempunyai sifat yang jinak , sehingga muda kita kuasai. Jenis sapi FH ini telah terbukti dapt menghasilkan susu perah yang cukup banyak (Wahju,1982).

DAFTAR PUSTAKA
Anggorodi, R. Dr. 1969. Pengantar Ilmu Makanan ternak. Jakarta: Direktorat jendral peternakan. 
Anonim, Dkk. 2009. Pengawetan Telur. Lembaga Pengabdian Masyarakat. UGM, Yogyakarta.
Astuti,  Dewi. 1994. Beternak Sapi Potong.  Pustaka Masa, Jakarta.
Sugeng Bambang, Y. 2001. Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.
Agus Murtijo Bambang. 1990.  Beternak Sapi Potong. Kanisius, Yogyakarta.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar